Sinopsis Lengkap Film Pesantren Impian (2016), Kisah Matinya Santriwati secara Misterius
Informasi film Pesantren Impian :
Judul :
Pesantren Impian
Jenis Film:
Drama, Thriller
Producer :
Hanung Brahmantyo dan Karan Mahtani
Sutradara :
Ifa Isfansyah
Penulis :
Alim Sudio dan Amin Bachmid
Produksi :
MD Pictures
Pemain :
Prisia Nasution, Fachri Albar, Dinda Kanyadewi, Indah Permatasri, Deddy Sutomo, Sita Nursanti
Negara :
Indonesia
Bahasa :
Bahasa Indonesia
Tanggal Rilis:
3 Maret 2016
Trailer film Pesantren Impian:
https://www.youtube.com/watch?v=Od1TJlFyclg
Sinopsis film Pesantren Impian:
Sepuluh orang gadis tersebut adalah Sisy, seorang model yang datang dengan Inong, asistennya. Butet, seorang yang sedang bergelut dengan narkoba, Sri dengan masa lalu prostitusinya dan Rini, seorang gadis lugu namun ternyata hamil diluar nikah. Ada juga nama-nam lain selain mereka, seperti Eni, polwan cantik yang sedang menyelidiki kasus pembunuhan di Hotel Crystal dan mendapat informasi bahwa tersangka pembunuhan ada di Pesantren Impian. Kesepuluh orang gadis tersebut tidak menyangka akan mendapat undangan misterius untuk belajar agama di Pesantren Impian yang didirikan oleh Pak Gus Budiman. Walaupun tidak mudah untuk menyatukan kesepuluh gadis tersebut karena kebiasaan dan watak mereka masing-masing namun berkat bimbingan para ustad di Pesantren Impian mereka dapat disatukan dalam semangat persaudaraan. Perlahan mereka belajar mengenal Islam lebih baik, kembali pada fittrah sehingga jalan ke surga dapat terbuka lebar kepada mereka. Sayangnya kehidupan yang tenang di Pesantren Impian mulai tidak bertahan lama, aksi teror dan kematian yang misterius terus berlanjut mengancam hidup santriwati di Pesantren Impian. (Baca juga: Sinopsis Lengkap Film Romansa, Kisah Percintaan Mahasiswa Indonesia di Turki)
Bisakah para gadis tersebut dapat selamat? Dapatkah mereka mengetahui apa yang sedang terjadi di Pesantren Impian mereka? Dan dapatkah pelaku teror tersebut ditemukan? Saksikan aksi kesepuluh gadis tersebut di film Pesantren Impian tanggal 3 Maret 2016.
Comments
Post a Comment